UCL FINAL @ HOME

yo yo yo, para pecinta sepak bola.

Kali ini saya akan membahas mengenai sepak bola. Belakangan ini sedang hangat hangat nya perseteruan antara LPI dan ISL. Aaaaah, topik gak mutu. Kita bahas liga champions eropa aja deh.

Seperti yang kita ketahui liga champions atau UEFA Champions League (UCL) merupakan kejuaraan sepak bola paling bergengsi menurut Messi. Ya jelas dong, dari pada piala dunia pasti Messi lebih senang di UCL. Lah wong si pemain ini udah bolak balik juara UCL. Kalo piala dunia dia gak sanggup euy. Oke, dari pada ngomongin Messi, yang lagi sedih setelah melihat tim nya tak berdaya musim ini, mendingan kita bahas aja grand final yang akan mempertemukan Bayern Munich dari Jerman dan Chelsea dari Inggris.

Allianz Arena

Sebenarnya partai ini walaupun final terlihat biasa saja karena keduanya merupakan tim kuda hitam. Yang istimewa dari partai ini adalah Bayern Munich akan memainkan partai final di Allianz Arena di kota Munich yang merupakan markas mereka sendiri. Tetapi tahukah kalian bahwa partai ini bukanlah yang pertama dimana sang tuan rumah bisa sampai di partai final yang kebetulan diadakan di rumahnya. Berikut ini adalah partai partai final UCL yang berlangsung di rumah salah satu finalisnya.

1. Real Madrid vs Fiorentina (1956/57)

Pada musim 1956/57 wakil Spanyol, Real Madrid, menjamu Fiorentina yang datang dari Italia. Partai ini merupakan partai final kedua Real Madrid setelah sebelumnya menjuarai Piala Champions musim 1955/56 yang sekaligus merupakan musim pertama diadakannya Piala Champions Eropa. Real Madrid Menjamu Fiorentina di stadion kebanggaan mereka yaitu Estadio Santiago Bernabeu kota Madrid. Partai ini akhirnya dimenangi oleh tuan rumah Real Madrid dengan skor 2-0 dan merupakan gelar ke dua Real Madrid

Santiago Bernabeu

2. Internazionale Milan Vs Benfica (1964/65)

Pertengahan tahun 60-an merupakan tahun keemasan untuk Inter MERDA  Milan. Bagai mana tidak, Mereka berhasil masuk Final 2 kali berturut turut. Pada musim 1963/64 mereka meraih juara Piala Champions yang pertama, menyusul saudara tua nya IL GRANDE AC MILAN, FORZAAA MILAAAAAAAAAAAAAAAAN!!!!!!! yang meraih juara Piala Champions satu tahun sebelumnya. Pada musim 1964/65 ini pula Inter bisa menyalip AC Milan karena Inter berhasil mengalahkan Benfica dengan skor 1-0 di depan publik sendiri di stadion Giuseppe Meazza kota Milano Italia dan sekaligus merupakan gelar kedua Inter di Piala Champions. Sayang sekali setelah itu Inter harus menunggu 1 millenium lamanya untuk merah gelar UCL ke 3 nya, HUAHAHAHAHAHAHAHAHA

Giuseppe Meazza

3. Liverpool Vs AS Roma (1983/84)

Musim 1983/84 merupakan musim paling superior unruk AS Roma di kancah persepakbolaan internasional. Musim menjadi satu satunya dimana AS Roma bisa mencapai partai Final kompetisi antar klub Eropa kasta tertinggi. Bahkan sampai saat ini mereka tidak bisa mengulangi prestasi ini. Lah wong di liga lokal saja mereka terseok seok. iki piyeeeeeeeee……. Pada partai final kala itu AS Roma menjamu Liverpool di kandangnya stadion Olimpico Roma. Menjamu Liverpool yang sudah menjuarai kompetisi ini sebanyak 3 kali waktu itu, AS roma sebenarnya punya banyak keuntungan karena bermain di publik sendiri. Tapi untung tak dapat digapai dan sial tak dapat ditolak. AS Roma harus bertekuk lutut di hadapan publik sendiri setelah kalah 4-2 dalam drama adu pinalti setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 pada waktu normal

Olimpico Roma

4. Bayern Munich Vs Chelsea (2011/12)

Partai yang akan digelar pada tanggal 19 mei 2012 waktu Jerman di Allianz Arena yang merupakan kandang dari Bayern. Apakah Bayern akan bernasib seperti Real Madrid dan Inter? Ataukah malah ketiban sial seperti AS Roma? Mari kita nantikan bersama.

The Finals

KELILING JAWA 2012 SEMARANG-JAKARTA

Oke, tulisan yang bercerita tentang perjalanan saya mengelilingi pulau Jawa dengan kereta api sudah memasuki episode terakhir. Semoga para pembaca tidak bosan. Tulisan ini benar benar episode terakhir, karena saya tidak akan membuat episode spesial ramadhan seperti sinetron sinetron di televisi burung rajawali.

Nah, langsung saja mulai ceritanya……..

Pagi itu kota Semarang sangat sejuk karena semalaman tadi diguyur hujan. Setelah terbangun dari tempat tidur saya mengamati televisi terlebih dahulu. Ternyata spongebob square pants sedang tayang di TV. Wah, ternyata episode baru yang belum pernah ditonton. akhirnya saya memilih untuk menonton acara ini (*Padahal masih malas untuk mandi, hahahahaha).

Setelah mandi dan beres beres, sekitar jam setengah 7 pagi saya bergegas meninggalkan hotel. Didepan pintu gerbang hotel sudah menunggu beberapa tukang becak beserta tunggangannya yang siap mengantarkan konsumen ke seluruh pelosok kota. Saya langsung menghampiri seorang tukang becak dan langsung meminta untuk diantarkan ke stasiun Tawang. Saya memilih menggunakan jasanya karena dandanannya sangat sporty dan armada becak juga terlihat bergaya racing. hahahaha, just kidding. Saya pilih becak ini karena mangkalnya persis didepan gerbang hotel.

numpak becak neng semarang

Karena dikemudikan oleh tukang becak profesional, maka tidak membutuhkan waktu lama untuk mencapai stasiun Semarang tawang. Terlihat bangunan megah art deco khas jaman kolonial berdiri dengan gagah. Bangunan tersebut adalah stasiun Semarang Tawang. Stasiun tertua di negara Republik Indonesia

Stasiun Semarang Tawang

Pagi itu saya memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu. Di emperan stasiun banyak ibu ibu yang menjajalkan sego pecel dan nasi rames. Karena sego pecel mayoritas berisikan daun daunan yang netabene saya tidak sukai jadi saya menghampiri ibu ibu penjual nasi rames.

Setelah sarapan, saya bergerak kearah lobby stasiun. Ternyata stasiun ini tidak hanya megah diluarnya saja, di bagian dalam juga terlihat sangat elegan.

Inside Semarang Tawang Station

Jam setengah 8 pagi pintu menuju peron sudah dibuka. di pinggir peron terdapat hiburan live music. Pagi itu band yang tampil membawakan lagu kroncong yang sangat indah.Pagi itu saya akan melanjutkan perjalanan dengan KA FAJAR UTAMA. Kereta api ini merupakan kereta api kelas bisnis yang melayani rute Semarang-Pasar Senen Jakarta. Kereta api ini akan menempuh perjalanan selama kurang lebih 7 jam dan akan singgah di beberapa kota besar pesisir utara jawa yang antara lain adalah Pekalongan, Pemalang, Tegal, Cirebon, Bekasi, dan Jakarta.

Ketika sedang menunggu di peron ternyata ada kereta lewat. Iseng iseng saya foto.

Bagus kan? hehehehehe.

Pukul 8 tepat, KA FAJAR UTAMA berangkat meninggalkan Semarang. Pemandangan persawahan mendominasi awal perjalanan.

Memasuki wilayah Batang pemandangan yang ditunggu tunggu pun mulai nampak. Di wilayah ini lah terdapat pemandangan eksotis. Rel kereta api tepat berada di bibir laut jawa. Inilah alasan utama saya memilih perjalanan pagi hari untuk lintas Semarang-Jakarta kali ini. Dari dalam kereta penumpang berlomba lomba mengabadikan pemandangan laut jawa.

Laut Jawa Dari Balik Jendela Fajar Utama

Cukup panjang juga jalur pinggir pantai ini. Sesekali kereta api melaju tepat di bibir pantai dan sesekali diselingi dengan vegetasi pinggir pantai. Sungguh indah Indonesia.

Fajar Utama dan Laut Jawa

Memasuki wilayah Pekalongan, pemandangan berganti lagi menjadi persawahan. Memang pemandangan di jalur utara jawa cenderung monoton karena jalurnya yang datar tidak seperti jalur selatan yang didominasi oleh pegunungan.  Nilai lebihnya tentu saja pemandangan laut. Memasuki wilayah brebes jalur kereta api tepat bersebelahan dengan jalan raya PANTURA.

jalur pantura jawa diambil dari dalam fajar utama

Kereta api terus melaju. Memasuki stasiun Cirebon Prujakan kenyamanan sedikit terganggu karena pedagang asongan berbondong bondong merangsek masuk. Untung saja mereka hanya berkeliaran selama kereta berhenti dan tidak ikut dalam perjalanan. Pemandangan yang sama terjadi lagi ketika kereta api memasuki stasiun Bekasi. Disini pedagang asongan, pengemis, dan pemulung masuk kedalam kereta. Sialnya mereka akan terus ikut sampai Jakarta. Akhirnya sisa perjalanan Bekasi-Pasar Senen selama kurang lebih 30 menit harus diiringi dengan hiruk pikuk pedagang. Semua pedagang ada disana, dari mulai pedagang mainan anak, perkakas, ember, panci, sampai dengan pengamen yang bermodalkan tepuk tangan saja. Walaupun perjalanan memang tinggal sebentar, suasana seperti ini memang sangat tidak nyaman. Parahnya lagi petugas keamanan dan crew kereta api seperti membiarkan saja. Walaupun kereta bisnis merupakan kasta ke dua tetapi seharusnya pelayanannya harus maksimal. karena harga yang dibayarkan memang tidak murah lagi bagi kebanyakan orang.

stasiun Cirebon Prujakan

Asongan Dalam Kereta

Sekitar pukul 3 sore akhirnya kereta api tiba di stasiun pasar senen. Dan disini pula akhir dari perjalanan keliling pulau Jawa.

Perjalanan kali ini ditempuh selama 3 hari, yaitu Jumat (27 januari 2012) sampai dengan Minggu (29 januari 2012). Total biaya untuk tiket kereta api saja sekitar 800 ribu rupiah.

Kereta api yang saya gunakan selama perjalanan adalah:

  • Argo Wilis, Bandung-Surabaya, Kelas Eksekutif (memakan hampir separuh biaya tiket kereta, heheheheh)
  • Mutiara Timur Malam, Surabaya-Banyuwangi, Kelas Bisnis
  • Mutiara Timur Pagi, Banyuwangi-Surabaya, Kelas Bisnis
  • Gumarang, Surabaya-Semarang, Kelas Bisnis
  • Fajar Utama Semarang, Semarang-Jakarta, Kelas Bisnis

Akomodasi selama perjalanan (mendadak):

  • Hotel Rahayu Semarang, Jl Imam Bonjol No 35-37, Telepon 024 3542532. (Recommended untuk backpackers)

Kuliner Selama Perjalanan

  • Restorasi Kereta Api (ada nasi goreng, mi goreng, mi rebus, steak, nasi rames, dll tergantung kereta masing masing)
  • Nasi Goreng Widodo, Rumah Makan Kapin Jalan Pasar Besar Wetan 55D Surabaya (031-5340262 / 5451072)
  • KFC Tunjungan Plaza Surabaya, Jl Jendral Basuki Rahmat No 8-12 Surabaya
  • Kantin Stasiun Banyuwangi, Ketapang Banyuwangi 0333-510396

=THE END=

KELILING JAWA 2012 : SURABAYA-SEMARANG

YAK, perjalanan kembali berlanjut.

Setelah tiba di Surabaya, saya akan melanjutkan kembali perjalanan keliling pulau Jawa ke arah barat. Saat itu waktu menunjukkan pukul 3 sore. Setelah keluar dari stasiun Surabaya Gubeng saya melanjutkan langkah kaki menuju tempat ngetem gerombolan sapi, eh taksi maksud saya. Terlihat dikejauhan sesosok supir taksi yang menawarkan taksinya. Karena merk taksi di kota ini tidak familiar, saya sempat ragu untuk memutuskan. Saya pun menerawang keadaan sekitar, dan akhirnya dikejauhan terlihat sebuah taksi yang sangat familiar. Berwarna merah dengan papan diatas berwarna kuning. Apakah anda dapat menebak? Apakah anda juga mengenal taksi tersebut? Ayo bersama sama ucapkan TAKSI…TAKSIII… eh tunggu dulu, ini bukan acara dora si petualang.

sumber:poskota

Taksi tersebut adalah armada taksi Cipaganti. Sempat kagum juga dibuatnya, perusahaan tranportasi yang satu ini bisnisnya tersebar dimana mana padahal diantara perusahaan lain yang sejenis, umurnya tergolong masih bau kencur. Tanpa basa basi lagi langsung saja saya menghampiri taksi tersebut. Setelah tawar menawar karena sang supir “agak gimana gitu” setelah mendengar kemana tujuan saya , akhirnya disepakati tidak pake argo sehingga bayar tarif borongan. Yak akhirnya saya pun melanjutkan perjalanan dengan taksi ke Semarang. HAHAHAHAHAAHA, bercanda pemirsa. tujuan saya selanjutnya adalah stasiun Surabaya Pasar Turi. Karena jaraknya yang tanggung, kalo jalan kejauhan dan kalau naik taksi cuma sekelebat saja, maka tadi pak supir agak malas jika pake argometer.

Akhirnya taksipun berangkat dari stasiun Surabaya Gubeng menuju stasiun Surabaya Pasar Turi. Di tengah perjalanan saya meminta untuk diantarkan terlebih dahulu ke gerai makanan cepat saji yang berawalan huruf K, tengahnya F, dan diakhiri dengan huruf C. akhirnya taksi pun singgah di Tunjungan Plaza Surabaya. Setelah Pit Stop sebentar, taksi langsung digeber menuju Pasar Turi.

Sekitar jam 4 sore saya sudah tiba di stasiun Surabaya Pasar Turi. Stasiun ini merupakan stasiun yang melayani perjalanan lintas utara. Kereta api yang berangkat dari stasiun ini adalah kereta api yang bertujuan ke kota kota di pesisir pantai utara jawa yang antara lain adalah Bojonegoro, Cepu, Semarang, Pekalongan, Tegal, Cirebon, sampai dengan Jakarta.

Sore itu suasana stasiun  sangat ramai. Para penumpang tujuan Jakarta sudah bersiap siap menanti kereta api yang akan membawa mereka ke perantauan

Setelah masuk kedalam stasiun, saya langsung menuju ke ruang tunggu. Suasana ruang tunggu sungguh hiruk pikuk. Hal tersebut terjadi karena mulai desember 2011, penumpang tidak boleh masuk ke peron jika kereta api yang akan dinaikinya belum datang. Selain itu para pengantar juga hanya boleh mengantar sampai ruang tunggu saja. Oke, kembali ke cerita perjalanan saya. Setelah menemukan tempat duduk saya langsung menghabiskan bekal yang tadi dibeli.

Jam 5 sore waktu Surabaya, Para petugas sudah membuka pintu menuju peron karena KA GUMARANG tujuan Jakarta sudah siap. Akhirnya saya pun bergegas menuju kereta api. Saya akan “nebeng” kereta ini sampai Semarang. KA GUMARANG merupakan kereta api kelas campuran eksekutif dan bisnis. Kereta ini menempuh perjalanan Surabaya-Jakarta selama kurang lebih 12 jam, dan bagi penumpang yang akan turun disemarang sebaiknya jangan tidur selama perjalanan karena perjalanan hanya 5 jam dan akan tiba di Semarang sekitar pukul 10 malam.

Kereta api berangkat tepat pada jam 5.10 sore waktu setempat. Di depan sana kota Semarang sudah menunggu. Saya melanjutkan perjalanan ke kota ini sebenarnya untuk melihat secara langsung Pasar Semawis. Pasar ini merupakan pasar yang menawarkan berbagai kuliner dan hiburan masyarakat pecinan kota Semarang. Karena perjalanan ini bertepatan dengan datangnya hari Imlek maka pasar ini patut untuk dikunjungi.

sumber:suara merdeka

Sudah tidak sabar menantikan tiba di Semarang. Kereta api terus melaju. pemandangan sore menjelang malam menemani perjalanan. terlihat pabrik pabrik dan jalan raya buatan menir Deandels dulu atau yang akrab disapa jalur PANTURA jawa terlihat menawan dengan kerlap kerlip lampu. Terlihat mobil, motor, bus dan truck memadati jalur Pantura. Tentunya mereka semua kewalahan meladeni kecepatan dan bukan lawan yang sepadan untuk sang Banteng a.k.a Gumarang. Ya, Gumarang merupakan nama lain dari banteng yang diambil dari kitab jawa kuno.

Memasuki wilayah ladang minyak di pulau Jawa ( Cepu ), hujan mulai turun mengguyur. Kurang dari 2 jam lagi sang banteng akan tiba di Semarang. Rencana yang sudah matang sepertinya harus diurungkan. Jika hujan masih mengguyur sampai Semarang, otomatis jalan jalan malam di kota tersebut harus dibatalkan. Berbekal opera mini yang ada di telepon genggam keluaran Finlandia, akhirnya saya memutuskan mencari info. mulailah saya mengetik “hotel esek esek Semarang” pada kolom pencarian google. eh, salah. “hotel murah Semarang” yang benar. Akhirnya muncul nama Hotel Rahayu dijajaran paling atas. Setelah menghubungi pihak hotel dan ternyata masih tersedia kamar, perasaan menjadi sedikit tenang.

sekitar pukul 10 malam waktu setempat, akhirnya KA GUMARANG tiba di kota atlas Semarang. Benar saja, kondisi malam itu hujan dan akhirnya jalan jalan dibatalkan dan langsung menuju hotel. Dengan mengendarai becak yang dikemudikan oleh tukang becak profesional, Saya membelah jalanan kota semarang. Sepanjang jalan ke arah hotel ternyata banyak karaoke liar di pinggiran jalan dan wanita wanita berpakaian minimalis bertebaran dimana mana. Sempat takut juga sih, jangan jangan hotelnya juga hotel remang remang. Ternyata eh ternyata, hotelnya lumayan juga. Karena sudah malam dan lumayan capek, akhirnya saya memutuskan mengakhiri hari itu dengan tidur.

bersambung dulu ya…………….

KELILING JAWA 2012 SURABAYA-BANYUWANGI PP

Setelah tiba di Surabaya, perjalanan berikutnya adalah menuju Banyuwangi. kota di ujung paling timur pulau Jawa. perjalanan ini akan di tempuh dengam menggunakan kereta api MUTIARA TIMUR. karena jam pemberangkatannya masih pukul 21.30 wib maka saya memutuskan untuk cari makan malam dulu. setelah makan malam yg cukup nikmat akhirnya saya kebelet, eh salah. melanjutkan perjalanan menuju stasiun surabaya kota. dari tempat makan ke stasiun saya akan menggunakan kuda, tetapi karena kudanya sakit jadi jalan kaki saja, hahahaha. mana ada kuda di tengah kota. memang jaraknya deket jadi niatnya jalan kaki saja.

Setelah sampai di stasiun langsung deh masuk, kereta udah siap, langsung naik ke gerbong paling depan. perjalanan kali ini diiringi dengan hiruk pikuk sekumpulan manula yg akan melancong ke pulau dewata. dari barang bawaannya sih sepertinya mereka mau main tenis di sana. loh kok jauh amat mainnya? kalo itu saya juga gak tau soalnya gak nanya sih, hehehehe. perjalanan malam itu diiringi dengan hujan yg mengguyur sepanjang awal perjalanan.

Kereta api Mutiara Timur ini merupakan kereta api kelas eksekutif dan bisnis yg melayani trayek Surabaya-Banyuwangi+Denpasar yg ditempuh dalam waktu kurang lebih 7 jam. kereta api ini berhenti di beberapa kota strategis di bagian timur pulau Jawa, yaitu Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Tanggul, Rambipuji, Jember, Kalisat, Kalibaru, Kalisetail, Temuguruh, Rogojampi, dan Karangasem. tentu saja pada perjalanan malam ini saya tidak sempat melihat kota kota tersebut karena kondisi yang gelap dan saya tidur. hahahaha.

Sekitar pukul 5 pagi kereta api sudah tiba di stasiun Banyuwangi baru. stasiun ini di pagi hari sungguh ramai dengan wisatawan lokal dan mancanegara. stasiun ini memang menjadi pusat singgah backpackers dari seluruh dunia yg akan berwisata lintas jawa-bali. turun dari kereta langsung cari wc. maklum lah, serangan fajar. wc di stasiun ini sungguh bersih dan difungsikan juga sebagai kamar mandi. pokoknya lebih bagus dari kamar mandi kost kostan saya di Bandung. selesai boker, langsung sekalian mandi. dingin cooooooy. habis mandi duduk duduk dan liat liat kondisi stasiun.

Pagi itu aktivitas di stasiun Banyuwangi lumayan ramai. KA Mutiara Timur yg baru sampai, didorong ke garasi untuk dibersihkan, lokomotif yg bertugas adalah lokomotif antik jaman majapahit. lah, masak jaman majapahit udah ada kereta? hahahaha, gak selama itu juga sih, tetapi udah tua yang jelas.

Pagi itu banyak bule yang akan naik kereta api Sri Tanjung tujuan Banyuwangi-Jogjakarta. “yaaaah, mosok bule jalan jalan naik kereta ekonomi, bule kere tuh”. eits, tunggu dulu. mungkin mereka bule anti kemapanan. yang jelas ini adalah PR untuk pihak yang terkait mengingat Banyuwangi merupakan pintu gerbang wisatawan dari Jawa menuju Bali dan Jogjakarta yang merupakan kota tujuan wisata yang sangat terkenal, sebaiknya disediakan perjaanan kereta api kelas eksekutif. saat ini hanya ada satu kereta untuk rute tersebut dan itupun hanya kelas ekonomi.

KA Sri Tanjung siap diberangkatkan

Setelah sarapan di warung, saya langsung menuju kembali ke dalam stasiun karena sebentar lagi kereta api yang akan saya naiki akan datang. tak lama setelah saya menunggu di peron, terlihat kereta api keluar dari garasi (depo).

Pagi itu saya kembali melanjutkan perjalanan dengan kereta ini

Nah, naik Mutiara Timur lagi. tapi mau gimana lagi, pilihannya cuma ini kalo gak mau tersiksa naik kereta api ekonomi, hehehehe.

Berbeda dengan perjalanan malam hari, kelebihan naik kereta api pagi adalah view pemandangan alam yang sungguh indah. perjalanan banyuwangi sampai dengan surabaya terutama sepanjang banyuwangi hingga jember merupakan perjalanan menyusuri gunung. jembatan tinggi serta terowongan mewarnai perjalanan ini. pemandangan yang disuguhkan tidak kalah indah dengan kereta api jakarta bandung.

Setelah melewati 7 jam perjalanan akhirnya kereta api tiba kembali di stasiun Surabaya Gubeng

Bersambung……………….

KELILING JAWA 2012

Pada awal tahun ini saya melakukan perjalanan berkeliling Pulau Jawa dengan menggunakan kereta api. By the way, kenapa tiba tiba saya berpikiran untuk melakukan perjalanan ini? Alasannya adalah karena saya orang Jawa  jadi saya ingin melihat lebih dekat seperti apa itu Jawa. Lalu kenapa kereta api? Begini ceritanya. Pernah dengar Ramalan Jayabaya? Ramalan tentang datangnya hari akhir menurut raja kerajaan Kediri yg bernama Jayabaya. Salah dua isinya adalah.

  • Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran — Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
  • Tanah Jawa kalungan wesi — Pulau Jawa berkalung besi.

Kedua butir diatas mungkin akan merujuk pada suatu benda bukan? Kereta api dan rel kereta api adalah jawabannya. Alasan berikutnya adalah karena saya sangat senang dengan kereta api. Jadi tanpa alasan pertama pun saya juga akan tetap jalan jalan naik kereta, hahahahaha.

Perjalanan kali ini saya mulai dari kota Bandung. Di ibu kota Jawa Barat ini terdapat kawasan Saritem. What? Just ignore that. Di kota ini terdapat kantor pusat kereta api Indonesia. Kenapa lokasinya di Bandung? Hmmmm, saya kurang tau pasti, tetapi kalau di Jati Asih itu akan sangat merepotkan karena jalanannya kecil dan sering banjir. Oke kembali ke topic. Sebenarnya saya memilih Bandung sebagai tempat pemberangkatan karena kereta api siang tujuan Surabaya hanya terdapat di kota ini sedangkan kalau dari Jakarta hanya terdapat kereta malam saja.

Saya memulai perjalanan ini dari kos kosan saya di kawasan Kebon Bibit dengan menaiki angkot Lembang – Stasiun Hall dengan tarif 2500 rupiah.

Setelah sekitar 10 menit menyusuri jalanan Bandung di pagi hari akhirnya angkot pun tiba di tujuan yaitu Stasiun Besar Bandung. Stasiun pagi itu cukup ramai dengan kedatangan para penumpang kereta api.

Karena tiket sudah di tangan maka saya akhirnya masuk ke dalam stasiun. Karena belum sarapan, saya kemudian menuju ke gerai makanan cepat saji didalam stasiun untuk sarapan

Setelah selesai makan saya jalan jalan dulu keliling stasiun. Pagi itu suasana sangat sejuk dan enak buat foto foto. O iya, pagi itu saya akan menaiki kereta api Argo Wilis dari Bandung menuju Surabaya. Karena masih sekitar setengah jam menunggu, saya putuskan untuk foto foto dulu.

Pagi itu stasiun Bandung sangat ramai dengan kedatangan kereta api yang salah satunya adalah kedatangan kereta api ekspres malam Lodaya dari Solo. Setelah foto foto ternyata di jalur satu rangkaian kereta api Argo Wilis sudah disiapkan.

Karena sudah mendekati pukul 7 pagi maka saya pun menaiki kereta. Kereta api Argo Wilis merupakan kereta api kelas eksekutif yang melayani rute Bandung – Surabaya PP. kereta api ini mengambil nama dari sebuah gunung di wilayah Jawa Timur yaitu Gunung Wilis. Rute Bandung – Surabaya akan ditempuh dalam waktu 12 jam. Lama ya? Tapi yg penting enjoy. Sebagai kereta eksekutif, KA ini memiliki berbagai fasilitas di dalam gerbongnya, antara lain adalah tv LCD, koran, dan bantal. AC di kereta ini juga cukup dingin. Selama perjalanan kita juga dapat memilih makanan yang tercantum dalam menu.

Tepat pukul 7 pagi kereta api diberangkatkan dari Stasiun Bandung menuju stasiun akhir Surabaya Gubeng.

Baru berjalan sebentar kereta kembali berhenti di stasiun Kiaracondong untuk memberikan jalan bagi kereta api dari arah berlawanan. Saat itu Argo Wilis memberikan jalan kepada KA Turangga dari Surabaya. Setelah berangkat kembali dari Kiaracondong, pemandangan hijaunya pegunungan Priangan Timur terpampang dengan jelas. Sungguh Indonesia sangatlah indah

Pemandangan semakin hijau dan makin bagus saat kereta api memasuki wilayah Leles – Garut. Di wilayah ini jalur kereta api akan turun dari atas gunung ke dataran rendah wilayah Garut ini

Kereta api berjalan dari atas gunung menuju dataran rendah di bawahnya. Untuk jelasnya seberapa tinggi turunan yang dilalui gambar di atas tulisan ini adalah gambar diambil dari kereta api ketika masih di atas langit Leles sedangkan gambar di bawah tulisan ini adalah gambar ketika kereta api sudah “mendarat” dan terlihat gambar gunung dimana sebelumnya kereta api melintas.

Setelah melintasi leles kereta api berhenti di stasiun Cipeundeuy. Di stasiun ini kereta api dari dan menuju Bandung wajib berhenti untuk menjalani pemeriksaan rem. Maklum saja karena medan yg berat naik dan turun gunung sehingga kondisi rem harus di cek. Kalau sampai rem blong bisa celaka.

Setelah cek rem, kereta kembali berangkat dan kembali berhenti di Stasiun Tasikmalaya untuk menaikkan penumpang.

Pemberhentian berikutnya setelah Stasiun Tasikmalaya adalah Stasiun Banjar. Di stasiun ini terjadi pergantian masinis untuk kereta api jarak jauh dari bandung ke arah Timur.

Setelah melewati Banjar, kereta api Argo Wilis mulai memasuki dataran rendah. Pemandangan berganti dari pegunungan yang indah menjadi hamparan sawah hijau yang luas yang juga sangat menyejukkan mata.

Tanpa terasa kereta api akan memasuki Stasiun Kroya. Di stasiun ini terdapat pertemuan rel kereta api Jalur Utara (Kroya – Purwokerto – Cirebon) dengan Jalur Selatan (Kroya – Banjar – Bandung).

Setelah berhenti sekitar 5 menit, kereta kembali melaju. Melintasi wilayah Banyumas dengan kecepatan tinggi. Kurang lebih satu jam kemudian kereta api memasuki stasiun Kutoarjo. Di stasiun ini, Argo Wilis yang saya naiki bertemu dengan Argo Wilis dari Surabaya. Yang menarik adalah ketika akan memasuki Stasiun Kutoarjo. Di salah satu dinding terpampang tulisan PADAMU NEGERI JIWA RAGA KAMI. Sungguh menggetarkan jiwa.


 Sekitar satu jam setelah berangkat dari kutoarjo, kereta api memasuki kota Jogjakarta. Kota yang terkenal akan wilayah Malioboro-nya ini. Kali ini saya hanya bisa memotret jalan yg tersohor itu dari dalam kereta. Di stasiun ini saya juga melihat kereta Prambanan Ekspress, kereta api komuter tujuan Solo – Jogja – Kutoarjo yang sedang parkir di dipo lokomotif Yogyakarta

Setelah berangkat dari Jogja, maka kereta memasuki wilayah yang sangat sakral dan memiliki kekuatan emosional yang sangat kuat dengan saya. Kereta api memasuki kota KLATEN. Saat memasuki Stasiun Klaten, kereta melaju secepat kilat sehingga ketika saya ingin mengambil foto gambar yang terambil sungguh menakjubkan. Masterpiece.

30 menit kemudian kereta api mulai memasuki Stasiun Solo Balapan. Di stasiun ini terdapat percabangan jalur kereta api menuju lintas utara (Solo – Semarang) dan lintas selatan (Solo – Madiun – Surabaya).

Pemberhentian berikutnya setelah Solo adalah Madiun. Di kota ini terdapat perusahaan INKA, perusahaan pembuat dan perakit kereta api milik Republik Indonesia. Lokasinya persis di samping Stasiun Madiun. Di stasiun ini saya melihat lokomotif BB 301, lokomotif diesel generasi awal yg dimiliki Indonesia. Lokomotif ini sudah dicat seperti warna awalnya ketika mulai bertugas, yaitu kuning hijau. Saya juga sempat memotret INKA dan GE Lokindo produsen kereta dan lokomotif milik Indonesia yg bekerja sama dengan General Electric dari negeri Paman Sam.

Satu jam setelah melewati Madiun, kereta api memasuki Stasiun Kertosono. Di stasiun ini kereta yang saya naiki bertemu dengan kereta api Bangunkarta jurusan Jombang – Pasar Senen. Di stasiun ini juga terdapat percabangan rel kereta api lintas tengah Jawa Timur (Kertosono – Jombang – Mojokerto – Surabaya) dan Jalur Selatan Jawa Timur (Kertosono – Blitar – Malang – Surabaya).

Setelah melewati Kertosono, kereta api Argo Wilis yang saya tumpangi kembali melanjutkan perjalanan menuju Surabaya, dan sempat beberapa kali berhenti untuk menurunkan penumpang diantaranya di Stasiun Jombang dan Stasiun Mojokerto. Di Stasiun Mojokerto bertemu dengan kereta api ekspress malam Bima dari Surabaya tujuan Gambir.

Akhirnya setelah 12 jam perjalanan yang cukup nyaman dan lancar, saya pun tiba di Stasiun Surabaya Gubeng.

Bersambuuuuuung…………..

AKU / SAYA / GW / ME

Perkenalkan, nama saya Reva Astra Dipta. Biasanya kalo mendengar nama itu orang jaman sekarang bakal menganggap bahwa saya adalah perempuan. Itu salah besar. Mungkin orang orang menganggap REVA adalah nama seorang perempuan karena kemunculan artis bernama Revalina S. Temat. Tetapi sesungguhnya memang REVA adalah nama untuk seorang laki laki. Di indonesia sendiri mungkin hanya beberapa orang saja yang memiliki nama REVA. menurut pengetahuan saya ada 3 orang termasuk saya yang merupakan laki laki bernama REVA. Selain saya ada seorang anak kecil didesa saya yang juga diberi nama REVA. Mungkin orang tuanya ingin supaya ketika besar anak tersebut bisa seperti saya, hahahahaha. Selain itu para penggila bola mungkin mengenal bung Reva Deddy Utama yang merupakan komentator dan pemerhati sepak bola di stasiun TV bernama ANTV.

Menurut beberapa orang nama saya bagus loh, hehehehe. REVA ASTRA DIPTA memang terdengar sangat bagus. Memiliki rima yang bagus karena diakhiri sengan huruf A semua. Sebuah pemikiran yang hanya john lennon dan bapak saya saja yg bisa membuat rima seindah ini. Oke, sekarang persiapkan diri anda untuk mengetahui arti dari nama saya yang ternyata lebih hebat. REVA ASTRA DIPTA ternyata memiliki arti PEDANG BERCAHAYA BINTANG. Subhanallah!!!!!!!

Saya lahir di Klaten pada tanggal 17 Maret 1988. Klaten merupakan sebuah kota kabupaten di jawa tengah yang memiliki objek wisata yang terkenal yaitu candi prambanan. Kebanyakan dari anda mungkin jika mendengar kata candi prambanan akan teringat jogja. Tetapi sebaiknya anda percaya bahwa candi prambanan itu di Klaten karena memang prambanan adalah wilayah dari kabupaten Klaten.

Candi Prambanan Klaten

Sampai umur 4 tahun saya tinggal di Klaten. Setelah itu keluarga saya pindah ke jakarta. Saya memulai Karir sekolah saya di TK Bina Warga Duren Sawit Jakarta Timur. Kemudian Saya melanjutkan ke SDN Pondok Bambu 01 Pagi Jakarta Timur. Masa SMP saya habiskan di SLTPN 51 Jakarta Timur. Sedangkan masa SMA saya habiskan di SMUN 81 Jakarta. Dapat terlihat dari data tersebut bahwasedari kecil saya menjadi anak Jakarta Timur sejati. Bahkan dahulu ketika SMA saya sempat diajarkan mars Jakarta Timur oleh guru kesenian saya yang memiliki reff. NYOK RAME RAME KITE JAGE DAN KITE BANGUN JAKARTA TIMUUUUUUUUUUUUUUUUR!!!!!!!!

Hubungan erat dengan Jakarta Timur sebenarnya sudah sejak lama saya tinggalkan. Karena sejak kelas 4 SD keluarga saya pindah ke daerah Bekasi. Tetapi boleh dikatakan sebagian besar hidup saya saat itu dihabiskan di wilayah Jakarta Timur. Karena memang di bekasi saya hanya numpang tidur saja dikala malam, hehehehe.

Setelah lulus SMA saya melanjutkan ke universitas yang terletak jauh di sebelah tenggara dari Jakarta. Kampus saya terletak di Jl. Ganeca No. 10 Bandung. Ya, saat itu saya melanjutkan ke Institut Teknologi Bandung. Ada yang menarik saat itu. walaupun pindah kota. Tetapi saat itu saya tidak merasa seperti pindah sekolah. Sebabnya adalah karena 110 orang dari SMA saya masuk ITB. Hal itu membuat saya merasa ini hanya sekolah saya saja yang pindah lokasi. Bahkan dijurusan saya ada 4 orang teman saya yg satu SMA dengan saya. O iya, saya mengambil jurusan Teknik Fisika bukan Fisika. Saya dari dulu kesal karena orang awam sering menyalah artikan bahwa Teknik Fisika itu adalah jurusan Fisika. Salah besar bung. Teknik Fisika adalah jurusan di Fakultas Teknologi Industri ( FTI ), sedangkan Fisika adalah jurusan yang tergabung dalam Fakultas MIPA. ITB memang luar biasa. Disini saya memiliki berbagai macam pengalaman yang menyenangkan. Mempunyai banyak teman yang lucu, baik, menyebalkan, urakan, brutal, dan lain lain. Sekarang saya sudah menjadi Sarjana Teknik. Saya lulus April 2010 lalu. Saat ini saya berprofesi menjadi Instrument Engineer di bidang Minyak dan Gas.

ITB

Sekarang saya akan bercerita tentang kegemaran saya. Yang pertama adalah sepak bola. Saya menggandrungi sepak bola semenjak kecil. Saya sangat mengidolakan AC Milan. Mungkin jika ada dokter yang membedah saya dan melihat jantung saya, disana akan ditemukan ukiran AC Milan, hahahaha. Why AC Milan? Pertama kali saya mengenal milan adalah ketika lega calcio serie A masih disiarkan rutin oleh RCTI pada minggu malam. Saya mengenal Milan bukan saat mereka sedang ada dipuncak kejayaan. Saya jatuh cinta kepada AC Milan justru saat mereka sedang terpuruk dan finish diperingkat 10 klasemen serie A. Dikala itu saya melihat permainan Leonardo yang saat itu merupakan pemain idola saya. ditambah aksi George Weah dan Boban. Semenjak itu Milan selalu ada di hati saya.

FORZA MILAN

Kegemaran saya yang lain adalah musik. Tetapi tidak semua musik saya gemari. Hanya musik musik ber-genre tertentu saja yang mampu menggugah hati saya. Secara garis besar saya menggandrungi Brit Pop dan Alternative Rock/Punk. Weezer, Nirvana, dan OASIS merupakan panutan saya untuk bermusik. Dari 3 Band ini gairah musik saya terus berkembang. Kurt Cobain ( Nirvana ) menjadi panutan saya untuk musik musik era 80 an akhir. Beliau sering membawakan Cover version dari lagu lagu rock 80an yang pada akhirnya membawa saya mengenal band band lain di era tersebut. Selain itu Kurt juga membuat saya mengenal band band lain yang satu agkatan dengan Nirvana dan band-band yang meneruskan musik grunge sampai saat ini.

Rivers Cuomo ( Weezer ) adalah jenius dalam musik amerika sepeninggalan Kurt. Beliau membuka hati saya untuk mendengarkan musik musik Power Pop. Saat era musik diisi ketidak jelasan seperti saat ini, Rivers Cuomo bagaikan seorang nabi yang datang membawa pencerahan. Dia secara aktif banyak membawakan lagu lagu orang lain dengan musik weezer. Contoh terbaru adalah lagu unbreak my heart milik Tony Braxton, Poker face milik lady gaga,  dan banyak lagi. Hal tersebut membuat saya lebih terbuka akan musik. Karena sebenarnya masih banyak lagu yang bagus yang tidak dimainkan oleh band. Memang selama ini saya cenderung mendengarkan musik dari band ketimbang artist solo.

Rivers Cuomo

Selain dua sosok tersebut tentunya ada OASIS. Siapa yang tidak mengenal OASIS. Lagu-lagu mereka selalu menjadi hits dimana mana. Bersama Blur mereka membangun musik baru yang sampai saat ini kita kenal sebagai Brit Pop. Ya, aliran yang berisikan musik sederhana, easy listening, dan tentunya perpaduan musik slow dan up beat yang sangat menggetarkan hati.

Weleh weleh, ini tulisan udah kepanjangan keliatannya. Baiklah, diakhir tulisan ini saya akan memberi tahu kepada anda semua mengenai makanan favourite saya. makanan tersebut adalah BAKMI. Untuk yang terakhir ini mungkin akan saya ulas di lain kesempatan.

Demikianlah semua garis besar tentang diri saya. Sampai jumpa lagi………………….